CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 31 Desember 2010

Antara Dia, dan dia...

Tulisan ini kubuat untuk saudariku yang sedang berada di persimpangan, antara jalan yang lurus namun berkerikil tajam dan jalan berkelok tak tentu arah yang kelihatannya mulus (padahal setelah belokan itu akan terlihat banyak lubang yang membahayakan).



Kutulis ini karena aku mencintaimu karena Tuhanku. Tuhanku yang memerintahkanku dan semua hambaNya untuk saling menasehati dalam kebaikan. Maka izinkanlah aku menasehati diriku sendiri, dirimu, dan semua hamba yang rindu pada Tuhannya.



Saudariku, sudah tahukah kau apa arti cinta sejati? Sudah tahukah kau siapa yang paling pantas untuk dicintai?

Tanyakan hatimu, saudariku...



Jika hatimu bimbang untuk memilih, istirahatlah sejenak...

Istirahatkan hatimu dari semua jenuh yang membuatmu terlalu sibuk untuk berpikir.

Lalu renungkan...



Aku tahu kau sangat menyayanginya. Dan aku juga tahu ada bibit cinta untuk Tuhan yang tak terasa kau semai.

Aku mengerti berat bagimu melepaskannya. Namun tahukah kau, bahwa Tuhanmu sesungguhnya berharap kau lebih memilih Dia?



Saudariku, cinta pada seorang hamba (pasangan yg belum halal untuk kau cintai) hanya akan membuat hatimu terlalu sibuk dengannya, hingga kau lupa bahwa ada yang selama ini selalu mencintaimu, menyayangimu, mencurahkan segala perhatianNya padamu, dan selalu melindungimu.



Ia tidak jauh. Ia bahkan lebih dekat dari urat lehermu. Namun mungkin kau lupa bahwa Ia sangat dekat denganmu.

Bukan hanya kau, Saudariku... banyak manusia yang terlupa sepertimu. Termasuk aku.



Namun biarkaanlah aku mengingatkanmu, karena saudara yang baik adalah mereka yang saling mengingatkan dikala lupa, dan saling membantu dikala ingat.

Tuhanmu adalah satu-satunya yang pantas kau cintai, saudariku...



Bukankah selama ini Dia telah membuktikannya padamu?

Tak sadarkah kau bahwa setiap hela nafas dan setiap detak jantung adalah bentuk cintaNya?

Karena Dia ingin kau hidup, agar kau bisa membuktikan pada seluruh dunia bahwa kau pantas mendapatkan cinta-Nya.



Namun sekarang kau sedang di persimpangan. Sedang bimbang memilih antara Dia dan hamba-Nya.

Siapakah yang kau pilih? Pasanganmu itukah? Bahkan ia tidak halal untuk kau cintai!



Lalu jika kau memilihnya, tidak malukah kau pada Allah yang selama ini mencurahkan cinta-Nya padamu?

Tak malukah kau menikmati setiap nafas dan detak jantung, sedangkan kau mengkhianatinya dengan memilih jalan yang tidak Ia suka?



Renungkanlah, Saudariku... Kau pantas mendapatkan cinta-Nya, dan Ia pun pantas mendapatkan cintamu.



Menangislah, jika itu bisa membuatmu sedikit lega....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar